Pengertian Kesehatan Kerja Sesuai Peraturan yang Berlaku di Indonesia

Kesehatan Kerja yaitu pengetahuan kesehatan yang dimanifestasikan di lingkungan orang tenaga kerja dengan maksud untuk tingkatkan serta memmelihara derajat kesehatan yang setingginya pada problem yang dipicu oleh penyakit umum serta penyakit akibat kerja.

KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA

Manusia / Pegawai

Supaya kesehatan pegawai menjadi lingkungan yang bagus, karena itu persyaratan berikut harus disanggupi :

– Terampil

– Frendly (mudah bersahabat)

– Sehat Jasmani serta Rohani

– Coorperative (ringan kerja sama)

– Bersikap positif

– Berdedikasi

Material / Perlengkapan

  • Penampilan material/perlengkapan secara struktural serta ikuti ketentuan yang berjalan.
  • Selalu tersedianya perawatan/pembetulan konstruksi/instalasi dari hari ke hari
  • Identifikasi dan observasi (pemantauan ) di sejumlah sumber bahaya salah satunya :
    • Listrik (Electrik)
    • Bahaya operator (Mecanical Hazard)
    • Kebisingan / ramai (Noise)
    • Panas (Heat)
    • Api/kebakaran (Fire)

Kenyaman Kerja

Merupakan perpaduan/ kombinasi yang sukses baik di antara perilaku pegawai, material serta alam sekelilingnya.

Tiap-tiap pegawai supaya berusaha mengkombinasi perpaduan ini, lantaran hasilnya untuk lingkungan pegawai tersebut. Situasi yang nyaman di lingkungan kerja ini sebagai gabungan di antara potensi seni serta potensi tehnik dari manusia.

Prosedur / Sistem Kerja

Langkah kerja memastikan keadaan situasi kerja. Soal ini untuk mengelit terjadinyas bertumpang-tindih pekerjaan, sama-sama menyalip atau situasi telantar satu pekerjaan.

Akan halnya beberapa penjelasan dalam prosedur kerja yakni :

– Efisiensi

Singkat kata efektivitas yakni dengan modal sedikit bisa diraih suatu hal yang besar.

Modal ini bisa berwujud uang, barang, manusia, atau modal waktu. Satu pekerjaan yang dijalankan dengan tidak memerhatikan beberapa prinsip efiesiensi, karena itu dalam waktu panjang bakal jadi rugi.

– Urgensi

Yakni suatu hal yang maha krusial pada waktu itu. Karakternya lebih penting ketimbang fokus. Suatu hal yang penting akan tetapi tidak dijalankan bakal menyebabkan rugi besar.

Lingkungan Kerja

Berbagai hal yang penting disanggupi untuk sanitasi lingkungan :

– Kebersihan pada umumnya

– Kebersihan privat (terkait instalasinya)

– Tersedianya air minum yang penuhi kriteria untuk diminum

– Tersedianya tempat basuh / tukar kemeja

– Adanya kantin

– Adanya metode penghimpunan serta pembuangan barang sisa, (waktu,

tempat, langkah, petugas, piranti, tool)

– Tata letak barang / perlengkapan (secara mikro atau makro)

– Pengawasan / observasi sumber bahaya.

Dalam industri spesifik bebarapa sumber bahaya terpaksa sekali tidak dapat di hilangkan sekali-kali, lantaran sumber bahaya itu hasil sambilan dari satu pekerjaan.

Yang penting dijalankan yakni memperhatikan serta kurangi hingga sekecil-kecilnya akibat jelek pada pegawai.

PENYAKIT AKIBAT HUBUNGAN KERJA

Penyakit akibat hubungan kerja yaitu penyakit yang muncul disebabkan karena pekerjaan atau lingkungan tempat kerja.

Untuk mengenali penyakit akibat hubungan kerja mutlak butuh diperiksa lingkungan kerja serta sejarah pekerjaan pegawai yang mengenai.

Hingga waktu ini diketahui 2 type penyakit akibat interaksi kerja, yakni :

a. Kecelakaan kerja akibat lanjutan dari kecelakaan itu.

b. Dermatoses akibat kerja.

Yakni : Semua penyimpangan kulit, termaksud tumor kulit yang muncul di waktu bekerja atau disebabkan karena pekerjaan. Penyakit ini menempati 50 – 60 % dari seluruhnya penyakit akibat kerja lainnya, beberapa dikarenakan yaitu bahan kimia.

Beberapa contoh penyakit akibatnya karena interaksi kerja yang berpengaruh pada kesehatan kita :

– Anthrax, di pekerjaan penyamak kulit

– Gangguan pendengaran (tuli) di pekerjaan di ruang berisik

– Penyakit jamur sporotrichosis di perawatan bunga-bungaan

– Oli dermatitis di pekerjaan bengkel

– Penyakit bungkusukan kutu di kulit di pekerjaan kopra serta beberapa bijian

– Formal dehyde dermatoses di pengawet mayat

– Dan lainnya

FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT HUBUNGAN KERJA

PENGERTIAN KESEHATAN KERJA SESUAI PERATURAN YANG BERLAKU di INDONESIA

Ada 2 aspek yang sama-sama memengaruhi penyakit akibat interaksi kerja :

a. Stress dalam pekerjaan mencakup :

– Cara bekerja (sikap tubuh yang tidak cocok denga type pekerjaannya)

– Alat kerja (alat tidak cocok)

– Proses kerja (monoton, pekerjaan tidak pas dengan kapabilitas serta pengajarannya, pekerjaan serta tanggung jawabannya sangat berat)

– Kelelahan

Kelelahan memberikan situasi yang berbeda akan tetapi seluruhnya menyebabkan ke pengurangan kemampuan kerja serta ketahanan badan karena kesehatan kita menurun.

Kelelahan bisa menyebabkan seorang stop bekerja apabila dipaksain akan tetap memengaruhi pada kwalitas pekerjaan dan juga kesehatan kita.

b. Stress di lingkungan kerja mencakup :

Stress oleh lingkungan kerja yang ada di luar daya penyesuaian manusia, salah satunya:

Faktor Fisik

Temperatur, kelembapan, sinar, sirkulasi, penekanan udara, getaran, kerusuhan, keributan.

• SUHU :

Temperatur yang tinggi sebabkan badan kehilangan cairan serta garam garam mengakibatkan kesehatan terganggu, maka dari itu menyebabkan otak menjadi tegang. Temperatur yang rendah bisa mengacaukan kesehatan peredaran darah sehingga mengacaukan efektivitas kerja otot.

• CAHAYA :

Pengaturan sinar yang kurang bagus dapat mengurangi kesehatan mata, maka dari itu menghindari berlangsungnya kecelakaan.

• TEKANAN UDARA :

Di penekanan yang tinggi gas nitrogen (zat lemas) di di udara (pernafasan) bakal turut larut di dalam darah.

Kalau penekanan menyusutan secara sekejap, gas ini akan jadi gelembung-gelembung dalam darah yang bakal mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah maka dari itu saluran darah stop, serta bakal menjadikan kelumpuhan, batuk darah, raib kesadaran, dan seterusnya.

• KEBISINGAN :

Kebisingan bisa mengacaukan kesehatan dan kurang fokus dalam bekerja, mengacaukan komunikasi dan bisa sebabkan kesukaran. Intensif maksimal keributan yang dikenankan sejumlah 85 dB untuk 8 jam satu hari ,40 jam satu minggu.

• GETARAN :

– Frekuensi rendah menyebabkan problem mabok.

– Frekuensi tinggi menyebabkan problem pembuluh darah, tanda-tandanya sakit pada kepala, ngilu di anggota tubuh serta pemersempitan pembuluh darah.

Faktor Biologis

Yaitu beberapa macam organisme yang ada dalam tempat kerja yang bisa menyebabkan problem kesehatan tenaga kerja. Organisme bisa bersifat virus, bakteri, serangga, parasit, beberapa tumbuhan yang bisa menyebabkan alergi serta kadangkala binatang buas.

Faktor Mental

Bisa sebagai rangsangan untuk tingkatkan produksi, misalkan problem tingkah laku; situasi ini bisa muncul lantaran situasi kerja monoton, interaksi kerja yang tidak selaras.

• Faal kerja serta Ergonomi

Tersangkut alat serta metode kerja. Alat yang tidak sesuai dengan bakal sebabkan keletihan yang terlalu berlebih, penyimpangan sikap serta pekerjaan kurang efektif.

Metode kerja yang keliru bakal berikan beban yang semakin besar serta menyebabkan beragam ragam penyakit (sakit persendian, pinggang, keseleo dsb)

• Faktor kimia (pembawaan fisiknya)

– Gas (CO, H2S, Amonia, Dsb)

– Debu (Silica, Asbes, Debu Arang Batu dsb)

– Uap (pemanasan, zat kimia, uap logam dsb)

– Awan / kabut (penyemprotan pestisida)

– Cairan

– Padat (bubuk, kristal)

Metode berlangsungnya :

– Akut (mendadak / mendadak)

– Kronis (bertahap / menahun)

Akibat yang ditimbulkan :

– Alergi

– Keracunan

– Peledakan / kebakaran

KESEGARAN JASMANI

PENGERTIAN KESEHATAN KERJA SESUAI PERATURAN YANG BERLAKU di INDONESIA

Kesegaran jasmani (physical fitness) kerap disebutkan kesegaran atau kesehatan jasmani.

Kesegaran jasmani yaitu potensi badan untuk menanggulangi kerja fisik dengan intensif lagi dalam jam yang relatif lama.

Jadi bertambah lama seorang bisa melakukan kerja fisik dengan intensif lagi, karena itu tingkat kesegaran jasmaninya semakin tinggi.

Bergerak sebagai salah satunya tanda-tanda serta kepentingan pribadi yang hidup.

Sejumlah individu yang kurang bergerak atau mungkin tidak terbiasa fisik dengan teratur miliki kemungkinan yang tinggi untuk menderita penyakit kurang bergerak. Macam-macam penyakit ini terdiri dalam jantung koroner, penekanan darah tinggi, hiperlipidemia, kegemukan, serta abnormalitas-kelainan di otot serta tulang.

Metode yang bagus untuk menentang atau menghindari penyakit hipokinetik yakni dengan menghidupkan otot-otot tulang sendi, jantung, paru-paru serta organ-organ pada tubuh lewat kerja fisik dengan teratur, struktural, intens serta overload.

Hasil dari kajian terkait akibat latihan fisik yang teratur, struktural, intens serta overload nyatanya memberikan hasil sebagaimana berikut :

a. Para pribadi yang latihan fisik dengan teratur serta struktural miliki tingkat kemungkinan yang lebih rendah dibandingkan banyak pribadi yang tidak latihan, pada penyakit jantung koroner (Powel, dkk 1987)

b. Para pribadi yang latihan fisik dengan teratur serta struktural nyatanya miliki angan-angan hidup lebih panjang 1 s/d dua tahun dibandingkan pribadi yang tidak latihan (Paffenbarger, dkk. 1986)

Beberapa faktor yang memengaruhi seorang tertular / terserang penyakit jantung koroner yaitu sebagaimana berikut :

• Tekanan darah tinggi, hiperlipidemia (kelebihan lemak / kolestrol di dalam darah) serta merokok.

• Umur, type kelamin, generasi, kegemukan, kencing manis serta organ badan yang tidak aktif.

Test Kesegaran Jasmani

Jenis test kesegaran jasmani yang kerap dipakai yaitu test kemampuan Aerob (Dr. Cooper) yakni lari 12 menit atau lari meniti jarak 2400 mtr. (2,4 km). Ketepatan kebasahan test ini cukuplah tinggi.

Ada dua metode untuk kerjakan test ini yakni :

a. Seseorang lari atau jalan (kalau dibutuhkan) sepanjang 12 menit, jadi datanya “Jarak”.

b. Seseorang lari atau jalan (kalau dibutuhkan) meniti jarak 2400 mtr. (2,4 km).

Berapakah menit jam yang ditempuhnya. Jadi datanya “Waktu”

Jadi contoh kalau orang lelaki usia 40 tahun, data lari sepanjang 12 menit yaitu 2250 mtr., karena itu bisa dirangkum kalau tingkat kemampuan Aerobnya / kesegaran jasmaninya yaitu termaksud kelompok cukup. Untuk mengenali kelompok kesegaran jasmani anda bisa disaksikan dalam tabel di bawah ini.

Seusai tahu tingkat kesegaran jasmani anda, karena itu anda bisa lekas melakukan program latihan anda. Kalau program latihan sudah ditunaikan sepanjang 6 s/d 8 minggu (satu minggu 3x latihan sepanjang 30 menit atau lebih), karena itu anda bisa melakukan test ke-2 . Test ini untuk mengenali apa program latihan yang anda melakukan memiliki pengaruh atau mungkin tidak pada kesegaran jasmani anda.

GIZI TENAGA KERJA

PENGERTIAN KESEHATAN KERJA SESUAI PERATURAN YANG BERLAKU di INDONESIA

Untuk tingkatkan kesehatan dan produktifitas kerja, karena itu tiap-tiap tenaga kerja (pegawai) harus memperoleh makanan/ nutrisi yang cukup.

Skema nutrisi makanan yang dibutuhkan oleh manusia terdiri dalam :

a. Zat Hidrat Arang (Carbohidrat)

Dibutuhkan khususnya untuk kalori, zat arang ada di :

– Beras

– Jagung

– Ubi

– Kentang

– Gandum

– Sagu

– Ketela pohon

– Talas dan seterusnya

b. Zat hewani (Zat putih telur)

Dibutuhkan khususnya untuk pembangunan beberapa sel :

– Protein hewani, ada di daging telur serta susu

– Protein nabati, ada di kacang-kacangan

c. Zat Lemak

Dibutuhkan khususnya untuk kalori tinggi, zat lemak ada di :

– Minyak goreng

– Lemak hewan

– Keju

– Mentega

d. Vitamin-vitamin

Dibutuhkan khususnya jadi zat penguat :

– Vitamin B komplek, khususnya dalam beras

– Vitamin E, khususnya dalam toge (kecambah)

– Vitamin C, khususnya dalam buah-buahan serta sayur fresh

– Vitamin A, khususnya dalam wortel, pepaya, minyak goreng

– Vitamin D, khususnya di kulit badan dengan kontribusi cahaya matahari.

e. Mineral / garam – garaman

Khususnya dibutuhkan untuk otot-otot :

– Kalium (K)

– Natrium (N)

– Chlor (Cl)

– Magnesium (Mg)

– Calsium (Ac)

– Ferum (Fe)

f. Air Minum

Dibutuhkan jadi tempat pelarut dalam pergantian zat. Di dalam air ada beberapa mineral.

Setiap makanan komplet memiliki kandungan kalori serta vitamin B complek, tapi pada jumlah sedikit memiliki kandungan zat lemak, vitamin lain, mineral dan protein.

LANGKAH PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

Management harus sadar kalau penambahan produktifitas kerja sangatlah kuat relevansinya dengan efektivitas serta prestasi kerja. Ke-2 soal ini tidak lepas dari tenaga kerja yang sehat, selamat serta sejahtera. Penambahan kesejahteraan serta keselamatan kerja harus diperlengkapi dengan lingkungan yang sehat.

Tata cara pencegahan tersebut :

– Subtitusi

Beberapa bahan yang beresiko atau dapat dibuktikan bisa sebabkan secara lambat atau cepat harus diganti yang lebih aman.

– Isolasi

Melindungi proses yang berisik atau pencampuran bahan / larutan yang menyebabkan gas beresiko.

– Ventilasi

Kipas pengisap di beberapa tempat spesifik terpasang supaya gas beresiko terhirup keluar atau diganti dengan udara yang lebih bersih.

– Alat perlindungan

Alat-alat buat perlindungan badan atau beberapa dari badan, penting difungsikan

– Pemeriksaan kesehatan pra-karya

Setiap karyawan harus lebih dulu lewat kontrol kesehatan privat untuk mengindera kekurangan semasing.

– Pemeriksaan kesehatan periodik

Pemeriksaan ini penting untuk mengindera sedini barangkali apa beberapa faktor pemicu penyakit telah menyebabkan problem atau penyimpangan.

– Pemeriksaan khusus

Kalau petugas memberikan tanda-tanda yang diwaspadai ada relevansinya dengan lingkungan kerjanya harus diantar ke klinik specialist untuk menempuh kontrol privat.

– Pengarahan Pra-karya

Yakni pertemuan ke lingkungan pekerjaan serta semua aturan kesehatan serta keselamatan kerja. Soal ini biasaya menyebabkan rasa berwaspada serta tingkatkan kesiagaan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Mohon masukan dan saran jika memang ada yang ingin disampaikan. Terimakasih.

#keepsafetykeephealthy

Tinggalkan komentar