Investigasi Kecelakaan : Pengertian, Teknik-teknik, Langkah dan Tindakan

INVESTIGASI KECELAKAAN

Definisi : Investigasi kecelakaan (accident investigation) adalah laporan pengawas dengan  analisisnya yang didasarkan kepada informasi faktual yang dikumpulkan dari penelitian secara mendalam dan sungguh-sungguh dari semua faktor yang terlibat.

Penyelidikan investigasi kecelakaan bukan pengulangan dari apa yang  dijelaskan oleh pekerja tentang kecelakaannya.

MENGAPA INVESTIGASI KECELAKAAN DIPERLUKAN

Biasanya dari kata-kata maupun ekspresi wajah, kita akan mengetahui bahwa yang terlibat dalam suatu kecelakaan akan terlibat dalam aktifitas investigasi dan ia berusaha untuk menutup-menutupinya.

Sementara pengawas yang lainnya menghawatirkan kalau-kalau hasil penyelidikan itu akan mengurangi nilai pengawasannya dan yang lain menganggap investigasi itu tidak lebih daripada kertas kerja yang tidak perlu.

Investigasi kecelakaan adalah suatu proses yang terorganisir dari analisis terhadap keadaan lingkungan untuk menentukan penyebab yang spesifik dari kecelakaan guna mempelajari tentang apa yang harus dilakukan untuk mencegah terulangnya kecelakaan yang sama.

Setelah penyebabnya melalui proses investigasi tersebut diketahui dan telah dipelajari, dapat kita terapkan untuk pencegahan kecelakaan yang serupa pada waktu yang akan datang. Proses ini adalah alat dari para pimpinan (Management) sebagaimana yang akan anda lihat.

  • Mengapa Diadakan Investigasi Dan Analisa Kecelakaan

Walaupun kita mengakui bahwa menyelidiki kecelakaan sampai mendetail adalah metoda yang sangat tidak menyenangkan untuk belajar, akan tetapi cara ini adalah cara yang paling efektif untuk menentukan penyebabnya.

Secara sederhana dapat dinyatakan, bahwa tanpa mengetahui fakta-faktanya maka baik penyebabnya tidak bisa ditentukan meskipun tindakan korektifnya pula tidak dapat diambil. Maksud utama kita menggunakan teknik-teknik tersebut adalah untuk menentukan fakta bukan untuk mencari kambing hitam akan tetapi merupakan suatu misi mencari fakta, bukan misi mencari kesalahan orang.

Kita telah mendiskusikan pada bagian yang terdahulu bahwa kecelakaan disebabkan oleh tindakan yang tidak aman, kondisi yang tidak aman atau kondisi dari keduanya.

Tindakan atau kondisi yang tidak aman itu selalu mendahului kecelakaan yang mengakibatkan hal-hal  yang tidak diinginkan, dan jika dihilangkan dari mata rantai kecelakaan (accident sequence), maka beralasan untuk berharap bahwa kecelakaan yang serupa tidak akan terjadi.

Kita harus selalu berniat selama proses ini bahwa tujuan kita adalah untuk menentukan penyebab yang spesifik sehingga dapat dipilih cara perbaikan yang tepat berdasarkan data-data penganalisaan akan membuka pikiran kita bahwa kita mengalami kecelakaan yang serupa/sama berkali-kali.

Hal-hal seperti tergores pisau, sakit punggung, jari tangan terpukul, jari kaki tergencat, luka dikulit dan sebagainya berulang-ulang dari hari ke-hari boleh jadi hal ini tidak selalu merupakan pengulangan pada seseorang, tetapi melibatkan jenis pekerjaan yang sama.

Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa kita tidak belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Yang ditekankan pada bab ini adalah usaha untuk menunjukkan kepada pengawas bagaimana caranya menginvestigasi kecelakaan, menentukan penyebabnya dan memulai tindakan korektif yang berarti.

TEKNIK-TEKNIK INVESTIGASI KECELAKAAN

Yang Mengakibatkan Luka Pada Seseorang

Kapan harus dimulai

Karena kita menginginkan hasil penyelidikan yang tepat, investigasi harus dimulai sesegera mungkin, yang merupakan faktor penting karena alasan-alasan berikut ini :

  • Daerah kecelakaan belum terganggu dan akan membukakan banyak informasi yang diinginkan.
  • Pekerja yang terlibat (yang luka dan menyaksikan) mempunyai kesempatan untuk lebih tepat dalam mengemukakan fakta yang masih segar dalam ingatan mereka.
  • Menghindari kemungkinan para saksi untuk mengatakan menurut apa yang mereka pikirkan.

Teknik wawancara

Adalah sangat penting untuk menjaga niat, bahwa maksud anda bukan untuk menetapkan siapa yang salah kecaman pada seseorang.

Yang termasuk dalam penyelidikan ini adalah menanyakan kepada orang-orang yang terlibat (yang luka, yang menyaksikan) dan orang-orang lainnya dengan segera, serta penyelidikan tentang lingkungan kecelakaan.

Jika memungkinkan, bicaralah dari hati ke hati dengan orang-orang tersebut secara sendiri-sendiri. Selidikilah  kejadian tersebut menurut apa yang mereka lihat. Buatlah catatan tentang fakta-fakta penting selama wawancara atau tulislah apa yang bisa anda ingat segera tentang wawancara.Mungkin anda akan perlu untuk memakai informasi-informasi ini sebagai suatu acuan dan anda akan lebih yakin dalam mengeluarkan pernyataan bila mempunyai catatan yang baik. Berilah pertanyaan yang mengarah kepada jawaban yang responsif dengan menggunakan siapa, kapan, apa, dimana, mengapa dan bagaimana (5 W dan 1 H).

  • Siapa yang terlibat dalam kecelakaan ?
  • Siapa orang-orang yang menyaksikan ?
  • Kapan kecelakaan terjadi ? tanggal, shift, waktu.
  • Apa yang dikerjakan oleh setiap orang, segera sesudah, sebelum selama kecelakaan ?
  • Dimana tempatnya kecelakaan terjadi ?

Setelah memperoleh fakta-fakta ini, anda dapat melanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut :

  • Apa penyebab yang paling dekat dan perlu digaris bawahi ?
  • Mengapa penyebab kecelakaan itu dapat terjadi ?
  • Bagaimana kita dapat menghindari pengulangan kecelakaan yang serupa ?

Mengumpulkan Dan Menganalisa Data

Kita telah mendiskusikan tentang pentingnya cepat-cepat mendatangi kecelakaan.

Meskipun yang tidak selalu perlu untuk setiap kasus, segera membuat catatan dan mengambil foto dari apa yang anda lihat akan sangat berharga untuk menjadi acuan pada waktu yang akan datang.

Cukup sering terjadi, jawaban tidak sepenuhnya jelas dan anda perlu untuk menelaah kembali fakta-fakta beberapa kali, walaupun agak terlambat, dalam banyak kasus, catatan-catatan merupakan kunci penyelesaian.

Investigasi penyelidikan anda, boleh jadi akan melibatkan diskusi dengan para pekerja, pada shift yang lain, pada bagian (unit kerja) yang lain, atau yang ada di tempat lain.

Mungkin anda perlu untuk datang kembali ke tempat kejadian kecelakaan untuk mengkonfirmasikan atau menghilangkan suatu hal.

Kajilah kembali informasinya dengan cara yang jujur dan menyuruh menyembunyikan fakta dan melindungi seseorang tidak ada tempat dalam penyelidikan kecelakaan.

LANGKAH-LANGKAH IDENTIFIKASI PENYEBAB KECELAKAAN

Identifikasi penyebab kecelakaan

Penyebab-penyebab yang anda pertimbangkan haruslah termasuk dalam kategori tindakan yang tidak aman atau kondisi yang tidak aman. Mungkin anda akan mendapatkan kembali dasar (underlying cause) maupun penyebab langsung, jika anda mengabaikan untuk mengungkapkan dan memusatkan perhatian maka anda tidak akan dapat memecahkan persoalan secara total.

Sebagai contoh jika seseorang mendapat luka pada mata, anda menganggap penyebabnya adalah tindakan tidak aman “tidak mengenakan pelindung mata”. Tetapi barangkali juga anda menemukan bahwa di gudang tidak ada kacamata pengaman pada saat ada yang memerlukan. Kalau memang anda akan dihadapkan dengan penyebab tidak langsung yang juga memerlukan tindakan tertentu.

Tindakan yang tidak aman ( Unsafe Action )

  • Pengoperasian tanpa otoritas/wewenang
  • Tidak memakai peralatan pelindung
  • Bekerja pada mesin yang sedang beroperasi
  • Melanggar suatu prosedur Keselamatan kerja yang sudah baku
  • Bekerja pada kecepatan yang tidak aman
  • Mempergunakan peralatan yang sudah cacat/rusak
  • Mengangkat dengan cara yang tidak tepat
  • Bergurau yang berlebihan
  • Mengunakant alat pengaman tidak Layak

Kondisi yang tidak aman ( Unsafe Condition )

  • Peralatan yang tidak aman/tanpa alat pengaman
  • Beban yang tidak aman
  • Kerumahtanggaan yang buruk    (Poor housekeeping)
  • Penerangan yang tidak mencukupi
  • Peralatan yang rusak/cacat
  • Udara yang berbahaya (debu, bahan kimia, asap, uap, gas)
  • Panas yang berlebihan
  • Peralatan tanda bahaya (warning) yang tidak efektif Peralatan pengamanan tidak bekerja

Anda juga perlu untuk mengidentifikasi kekurangan pada sistem manajemen untuk perbaikan dalam jangka panjang.

Hal-hal seperti latihan (training) yang tidak efisien, inspeksi-inspeksi, proses operasional, dan sebagainya harus diadakan perbaikan jika tidak, maka anda hanya mengobati gejala, tetapi tidak pada sebab yang sebenarnya.

Menyiapkan “Laporan pengawas tentang Luka Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja”

Uraikan apa yang telah dikerjakan oleh pekerja, dan luka kecelakaan/sakit terjadi.

Pada bagian ini anda menunjukkan, mengenai pandangan anda, mengumpulkan fakta-fakta dan menarik kesimpulan, nyatakanlah secara singkat dan spesifik, bagaimana kecelakaan sampai terjadi, pernyataan anda bisa saja sama atau tidak sama dengan pernyataan pekerja.

TINDAKAN APA YANG HARUS DIAMBIL UNTUK MENGHINDARI PENGULANGAN KEJADIAN SERUPA

Bagian ini mencerminkan keputusan anda tentang apa yang harus dikerjakan untuk mencegah kecelakaan terluka atau luka kecelakaan yang serupa. Jika anda telah mengajukan permintaan kepada bagian perawatan untuk memasang pelindung, pagar pengaman, pegangan tangan, merepresikan tangga dan sebagainya dan tidak dikerjakan dengan segera, maka ajukanlah usulan tindakan perbaikan yang diperlukan sampai pekerjaan permanen tersebut dapat diselesaikan.

Jika perlu latihan ulang (retraining), instruksi tambahan, tindakan disipliner, patuhi SOP, maka juga harus dilampirkan dalam laporan saudara.

Investigasi Kecelakaan : Pengertian, Teknik-teknik, Langkah dan Tindakan

Menindaklanjut semua perintah kerja adalah menjadi tanggung jawab anda aktivitas-aktivitas yang serupa yang berhubungan dengan keselamatan kerja anda. Pekerjaan anda baru bisa dianggap selesai setelah bahaya kecelakaan dihilangkan dengan sempurna. Sangat tidak diperbolehkan anda menyatakan pada bagian ini bahwa tindakan perbaikan yang diambil adalah “PEKERJA HARUS BEKERJA LEBIH HATI-HATI” kata ”lebih berhati-hati” adalah tidak jelas dan tidak bermakna. Hal ini tidak spesifik.

Hal ini tidak mencerminkan usaha untuk memenuhi persyaratan membuat instruksi yang tepat dan bertanggung jawab.

Ini merupakan pencerminan kemampuan anda untuk menganalisa situasi dengan efektif dan menghasilkan instruksi jelas. Dan merupakan ketidakadilan kepada orang yang terluka, jalan yang tepat untuk memenuhi salah satu aspek tanggung jawab anda sebagai pengawas ini adalah menunjukkan perhatian anda. Kemampuan anda untuk menganalisa masalah dan menelorkan instruksi yang jelas dan bermakna, dan memulai tindakan korektif yang positif (built in safety).

Pesan Terakhir

Sebagai kesimpulan dari proses ini adalah bahwa anda dan orang lain yang terlibat harus dapat mengambil hikmah, bukan dari kecelakaan, tetapi dari proses investigasi pegawai anda harus mempunyai kepercayaan yang lebih besar terhadap anda sebagai pemimpin, instruktur, penganalisa dan korektor.

Baca juga : Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan yang Beresiko Tinggi

Berikut Contoh Diskusi Kelompok Dan Studi Kasus Investigasi Kecelakaan

Adakan diskusi mengenai laporan-laporan kecelakaan yang diambil dari arsip-arsip kecelakaan yang lalu. Bandingkan isi laporan dengan industri bab ini digunakan “Laporan pengawas” untuk mengkaji ulang kecelakaan tersebut. Usahakan partisipasi pegawai untuk memperoleh jawaban.

Investigasi Kecelakaan : Pengertian, Teknik-teknik, Langkah dan Tindakan

Contoh kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan pada property perusahaan

  • Kerusakan pada bahan baku
  • Produksi jadi rusak
  • Kerusakan pada mesin dan fasilitas

Pada waktu yang lalu, sumber kerugian seperti tersebut diatas tidak begitu diperhatikan atau hanya mendapat perhatian yang sangat kecil.

Pada dewasa ini proses investigasi terhadap kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan barang juga harus dilaksanakan sebagaimana pada kecelakaan yang mengakibatkan luka.

Biaya perbaikan atau penggantian seharusnya dicatat untuk dipergunakan sebagai perbandingan (biaya tidak langsung)

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, dalam investigasi kecelakaan adalah sebagai berikut :

Langkah-Langkah Investigasi Kecelakaan

  1. Mengunjungi tempat kejadian
  2. Berbicara dengan orang yang terluka, para saksi dan lainnya
  3. Mengumpulkan dan menganalisa fakta
  4. Mengidentifikasi penyebab
  5. Mengambil tindakan
  6. Menyiapkan laporan kecelakaan atau luka
  7. Membuat rencana lanjutan untuk menjamin bahwa tindakan korektif yang diajukan sudah benar

Pertanyaan-pertanyaan untuk investigasi kecelakan

( 5 w of accident investigation )

  1. Siapa (who) yang terlibat dalam kecelakaan dan siapa saksi-saksinya ?
  2. Apa (what) yang dikerjakan oleh masing-masing orang sesaat sebelum, sewaktu dan sesudah kecelakaan ?
  3. Kapan (when) kecelakaan terjadi ? (tanggal/shift/waktu)
  4. Dimana (where) tepatnya kecelakaan terjadi ?
  5. Mengapa (why) kecelakaan terjadi

Pertanyaan-Pertanyaan Yang Disarankan Untuk Diajukan Pada Investigasi Kecelakaan (Enam Pertanyaan Kunci)

Investigasi Kecelakaan : Pengertian, Teknik-teknik, Langkah dan Tindakan

Siapa (Who)

  1. Siapa yang terluka ?
  2. Siapa yang melihat kecelakaannya ?
  3. Siapa yang memberi instruksi/menunjukkan untuk melakukan tugas tersebut ?
  4. Siapa lagi yang lainnya yang terlibat ?
  5. Siapa lagi yang lainnya yang dapat membantu untuk mencegah kecelakaan yang serupa ?

Apa (What)

  1. pengulangan kecelakaan yang  serupa ? Kecelakaan macam apa yang terjadi ?
  2. Apanya yang terluka ?
  3. Apa yang sedang ia kerjakan ?
  4. Apa yang diinstruksikan kepadanya untuk mengerjakan pekerjaan tersebut ?
  5. Alat kerja apa yang ia gunakan ?
  6. Peralatan operasi apa saja yang terlibat/terkait ?
  7. Pekerjaan apa yang ia sedang lakukan ?
  8. Instruksi apa yang telah diberikan kepadanya ?
  9. Tindakan kecelakaan kerja apa saja yang diperlukan ?
  10. Peralatan pengaman apa saja yang seharusnya digunakan ?
  11. Peralatan pengaman apa saja yang sedang digunakan ?
  12. Apa yang telah dikerjakan orang lain yang membantu terjadi kecelakaan ?
  13. Persoalan/pertanyaan apa yang telah ia ajukan ?
  14. Apa yang sedang dikerjakan oleh para saksi ?
  15. Apa saja fakta-fakta lain yang kurang baik yang mendukung timbulnya kecelakaan yang seharusnya diperhitungkan ?
  16. Apa yang dilihat oleh para saksi ?
  17. Apa yang seharusnya dilaksanakan untuk mencegah
  18. Peraturan-peraturan keselamatan kerja yang mana telah dilanggar ?
  19. Peraturan baru yang bagaimana yang diperlukan ?

Kapan (When)

  1. Kapan kecelakaan itu terjadi ?
  2. Kapan ia memulai bekerja pada pekerjaan tersebut ?
  3. Kapan ia ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut ?
  4. Kapan bahaya-bahaya kecelakaan itu ditunjukkan kepadanya ?
  5. Kapan pengawas mengadakan pemeriksaan yang terakhir tentang kemajuan pekerjaannya ?
  6. Kapan ia merasakan pertama kali ada sesuatu yang tidak beres ?

Mengapa (Why)

  1. Mengapa ia terluka ?
  2.  Mengapa ia melaksanakan pekerjaan dengan cara itu ?
  3. Mengapa pegawai mengerjakan tidak seperti yang seharusnya dikerjakan ?
  4. Mengapa alat-alat pengaman tidak dipergunakan ?
  5. Mengapa tidak diberikan instruksi khusus ?
  6. Mengapa pada saat itu ia mengambil posisi seperti itu ?
  7. Mengapa ia menggunakan alat / mesin pada saat itu ?
  8. Mengapa mereka tidak mengadakan pemeriksaan bersama pengawasnya ketika mereka mengetahui adanya sesuatu yang tidak seharusnya ?

Dimana (Where)

  1. Dimana kecelakaan itu terjadi ?
  2. Dimana ia berada pada saat itu ?
  3. Dimana pengawasnya berada pada saat itu ?
  4. Dimana para teman sekerjanya saat itu ?
  5. Dimana orang-orang lainnya yang terlibat pada saat itu ?
  6. Dimana para saksi berada ketika kecelakaan itu terjadi ?

Bagaimana (How)

  1. Bagaimana kejadiannya sampai ia terluka ?
  2. Bagaimana seharusnya ia dapat menghindari kecelakaan tersebut ?
  3. Bagaimana teman sekerjanya seharusnya dapat menghindari kecelakaan tersebut ?
  4. Bagaimana pengawasannya seharusnya, agar dapat mencegah kecelakaan tersebut ? (Dapatkah ia melakukannya ?)

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Mohon masukan dan saran jika memang ada yang ingin disampaikan. Terimakasih.

#keepsafetykeephealthy

Tinggalkan komentar