Pentingnya Mengetahui Bahaya Listrik Di Tahun 2021

Seiring dengan perkembangan tehnologi 4.0, kehidupan manusia tidak bisa kembali dipisah dari kepentingan dapat energi listrik. Kepentingan manusia dapat energi listrik tambah meningkat dari waktu kewaktu. Perihal ini memperlihatkan jika demikian tingginya kegunaan listrik buat kehidupan manusia.

Di sisi lain perihal yang kerap terabaikan ialah perihal bahaya yang bisa disebabkan oleh listrik. Meskipun sebenarnya dari bukti-bukti yang kita temui, selain kemanfaatannya yang banyak, nyatanya listrik juga bisa memunculkan bahaya. Untuk beberapa umumnya bahaya listrik ialah suatu yang bisa menghadirkan (memunculkan) kecelakaan,petaka,rugi serta semacamnya yang disebabkan oleh tersedianya arus listrik. Selain Unsafe Condition,bahaya listrik bisa juga muncul lantaran tersedianya Unsafe Action, yang diantaranya ialah ketidaktaatan atau kesalahan dari manusia yang memakai energi listrik.

BAHAYA LISTRIK

Jenis-jenis Bahaya Listrik Buat Manusia

Untuk beberapa umumnya bahaya-bahaya yang kemungkinan bisa disebabkan oleh energi listrik (tegangan/arus listrik) kepada manusia yakni :

– Kejutan/terkaget

– Kematian

– Pingsan

– Terbakar/cidera bakar

Tidak hanya itu seandainya terjadi hubung singkat pada instalasi / perabotan listrik, karenanya bisa memunculkan kebakaran.

Pentingnya Mengetahui Bahaya Listrik di Tahun 2021

Beberapa faktor yang bisa menimbulkan kecelakaan yang disebabkan listrik kepada manusia ialah :

a. Tegangan dan keadaan orang kepada tegangan itu sendiri.

b. Besarnya arus yang melintasi badan manusia

c. Jenis arus, searah serta bolak-balik

Contoh untuk detak jantung orang normal adalah kurang lebih 80 kali per menit, sedangkan orang yang kesetrum detak jantungnya dipaksa kurang lebih 100 kali per detik

MEDAN LISTRIK ( ML ) DAN MEDAN MAGNET ( MM)

Pengertian Medan

Medan ialah akibat tersendiri dalam satu area, contohnya dalam tempat ini ada Medan Cahay yang membuat kita bisa lihat, Medan Grafitasi yang menarik benda ke bumi serta Medan Magnet Bumi yang menjadikan jarum kompas menunjuk arah Utara – Selatan.

Medan Listrik ( ML)

ML ialah akibat tersendiri di satu area karena tersedianya partikel ber -muatan listrik (muatan) atau penghantar bertegangan.

Adalah hukum alam jika di antara muatan sama dengan dapat terjadi jenis tolak – menampik, serta di antara muatan tak sama dengan dapat terjadi jenis ambil menarik.

Seandainya sumber ML ialah partikel bermuatan negatip, karenanya muatan negatip lain disekelilingnya dapat tertolak serta muatan positip dapat ketarik.

Besar Kuat Medan Listrik ( KML ) di satu titik lurus sebanding pada besar muatan atau tegangan sumber dan tidak sebanding dengan jarak dari sumber di titik itu.

Medan Magnet ( MM)

MM ialah akibat tersendiri di satu area karena tersedianya pergerakan partikel bermuatan atau tersedianya arus listrik pada penghantar bertegangan.

MM pun dibangkitkan oleh benda ( besi atau baja ) yang terdapat sifat magnet.

Besar Kuat Medan Magnet ( KMM ) di satu titik lurus sebanding pada besar arus listrik atau kemagnetan benda dan tidak sebanding dengan jarak dari sumber di titik itu.

SUMBER MEDAN LISTRIK DAN MEDAN MAGNET

Medan Listrik serta Medan Magnet Alam

ML serta MM sudah ada mulai sejak bumi serta semesta alam ini diciptakan. Atmosfir yang menyelimutinya bumi miliki susunan ionosfir yang memunculkan ML alam. ML ini pada cuaca cerah sekitar di antara 0,1 s/d 0,5 kV/m serta ketika awan mendung sekitar di antara 3 s/d 30 kV/m.

Bumi adalah magnet raksasa yang memunculkan MM dengan kuat medan di antara 40 s/d 70  μT. MM bumi ini menimbulkan jarum kompas selalu menunjuk arah Utara – Selatan menjadi kutub – kutub bumi.

Pentingnya Mengetahui Bahaya Listrik di Tahun 2021

Medan Listrik serta Medan Magnet Bikinan Manusia

ML serta MM buatan manusia salah satunya bisa disaksikan sama pada Gambar diatas, yakni pada kawat penghantar SUTT / SUTET yang bertegangan dapat muncul ML, serta seandainya pada kawat penghantar itu mengucur arus listrik karenanya selain ML akan dibangkitkan MM. Menjadi contoh lain, ML akan muncul pada kabel lampu meja yang terhubung ke stop kontak, serta ketika lampu dinyalakan ( ada arus mengalir pada kabel), karenanya selain ML pun muncul MM.

Pentingnya Mengetahui Bahaya Listrik di Tahun 2021

FREKUENSI MEDAN LISTRIK DAN MEDAN MAGNET

Spektrum Frekwensi Medan Listrik serta Medan Magnet

Radiasi ML serta MM miliki spektrum frekwensi yang luas, mulai dengan tingkat frekwensi ekstrim rendah ( ELF electromagnetic ) s/d tingkat frekwensi yang tinggi sekali.

Dalam area hampa seluruhnya gelombang elektromagnet merembet dengan kecepatan C = 300.000 ( km / detik), dengan bawa Energi sebesar h x f, di mana h ialah Konstanta Plank = 6,673 x 10 – 34 ( Joule / detik ) serta f ialah frekwensi.

Karena besarnya energi lurus sebanding pada frekwensi, karenanya untuk frekwensi yang tinggi sekali dapat bawa energi yang tinggi sekali juga.

Pada dasarnya seperti tampil pada Gambar 7. Radiasi ML serta MM bisa dikelompokan jadi dua barisan yakni radiasi pengion serta radiasi bukan pengion.

Radiasi Pengion

Dari rumus panjang gelombang = C / f , tampil jika panjang gelombang tidak sebanding dengan frekwensi ( f), maka makin pendek panjang gelombang karenanya frekwensinya makin tinggi serta tingkat energi yang dibangkitkannya dapat makin besar.

Radiasi pengion ialah radiasi dari gelombang elektromagnet dengan frekwensi di atas 1016 Hz yang bawa energi tinggi sekali maka bisa menimbulkan ionisasi.

Cahaya X, cahaya Gamma serta sejumlah cahaya Ultra Violet miliki tingkat frekwensi tinggi sekali yakni sekitar di antara 1016 Hz s/d 1022 Hz, serta itu ialah tergolong di dalam barisan radiasi pengion yang bisa menjadikan ionisasi yang membinasakan ikatan – ikatan molekul serta menghancurkan material genetik.

Radiasi bukan Pengion

Berlainan dengan cahaya X, cahaya Gamma serta beberapa dari cahaya Ultra Violet yang radiasinya bisa menimbulkan ionisasi, barisan radiasi bukan pengion miliki tingkat frekwensi yang lebih kecil dari 1016 Hz, maka energi yang dibawa tidaklah sampai menjadikan ionisasi yang membinasakan ikatan – ikatan molekul serta menghancurkan material genetik.

Sebagai contoh radiasi yang dibangkitkan oleh microwave oven dengan frekwensi f = 2.450 ( Mhz ) atau 2.450.000.000 ( Hz ) serta panjang gelombang 12,2 ( Cm ) tak menjadikan ionisasi, tapi energi yang dibangkitkannya cukup buat memunculkan pemanasan yang bisa difungsikan untuk mengolah.

Radiasi Medan Listrik serta Medan Magnet dari SUTT / SUTET

Dengan frekwensi f = 50 (Hz), karenanya ML serta MM dari SUTT / SUTET tak tergolong di dalam barisan Radiasi Pengion, serta gelombang ML serta MM dari SUTT / SUTET pada kecepatan merembet C = 300.000 (Km/detik) dapat miliki panjang gelombang 6.000 (Km). Panjang gelombang ini relatif begitu besar kalau ketimbang dengan dimensi organ badan maka hubungan ML serta MM dari SUTT / SUTET kepada organ badan bisa dipandang seperti kuasi statis.

Menjadi perbedaan, microwave oven dengan frekwensi f = 2.450 (Mhz) atau 2.450.000.000 (Hz), energi yang dibangkitkannya cukup buat memunculkan pemanasan. Dan SUTT / SUTET dengan frekwensi f = 50 (Hz) miliki tingkat energi yang paling rendah maka tak menjadikan pemanasan atau ionisasi.

AMBANG BATAS KUAT MEDAN LISTRIK DAN KUAT MEDAN MAGNET

Rekomendasi IRPA 1990

Rekomendasi IRPA (International Radiation Protection Association) tahun 1990 untuk tingkat batasan pajanan medan listrik serta medan magnet pada frekwensi 50 – 60 Hz bisa disaksikan pada Tabel 7. Rujukan IRPA ini digunakan juga sebagai Standard Nasional Indonesia (SNI 04 – 6950 -2003 ) tahun 2003.

Pedoman / standard PLN 1996

Pedoman / standard untuk nilai tingkat batasan kuat medan listrik serta kuat medan magnet yang digunakan oleh PLN seperti ada dalam PLN’s General Kebijakan The Establishment of Overhead Transmission Lines, January 26, 1996 ialah berpedoman terhadap apa yang dianjurkan oleh INIRC guidelines limits of exposure to 50 / 60 Hz electric and magnetic field / WHO recommendation – IRPA 1990.

MACAM-MACAM TEGANGAN YANG TIMBUL

Susah untuk tentukan secara benar berkaitan hitungan tegangan yang kemungkinan muncul karena kekeliruan ke tanah, kepada orang yang ada dalam atau di seputar instalasi tenaga listrik, lantaran jumlahnya unsur yang pengaruhi serta tidak dipahami. Untuk mengkaji kondisi ini karenanya diambil beberapa pendekatan sesuai sama keadaan orang yang tengah berada dalam atau di seputar instalasi tenaga listrik itu pada saat terjadi kekeliruan ke tanah. Pendekatan yang diambil berdasar dengan peluang munculnya tegangan ialah sebagaimana berikut :

a. Timbulnya tegangan sentuh

Tegangan sentuh ialah tegangan yang ada di antara perabotan yang digenggam dengan elektrode pentanahan yang ditanamkan di bawah telapak kaki orang yang lagi berdiri. Arus kekeliruan itu dibatas oleh tahanan orang serta tahanan contact ke tanah dari kaki orang itu.

BESAR TEGANGAN SENTUH (Volt)
AC (RMS)
BESAR TEGANGAN SENTUH (Volt)
DC
LAMA SENTUHAN MAKSIMUM (Detik)
< 50< 120-
501205.0
751401.0
901600.5
1101750.2
1502000.1
2202500.05
2803100.03

Peraturan Umum :

Satu orang Tak Bisa Sentuh Meski Sekejappun Perabotan Dengan Tegangan Di Atas 100 Volt

b. Timbulnya tegangan langkah

Tegangan langkah adalah tegangan yang timbul diantara dua kaki orang yang sedang berdiri di atas tanah yang sedang dialiri oleh arus kesalahan ke tanah.

c. Timbulnya tegangan pindah.

Tegangan pindah adalah hal khusus dari tegangan sentuh, dimana tegangan ini terjadi pada saat terjadi kesalahan orang berdiri di dalam instalasi tenaga listrik, dan memegang suatu peralatan yang ditanahkan pada titik yang jauh sedangkan alat tersebut dialiri arus kesalahan ke tanah.

ARUS MELALUI TUBUH MANUSIA

Lantaran potensi badan manusia terbatas kepada besarnya arus yang mengalir di dalamnya. Tapi ketetapan yang tentu berkaitan berapakah besar serta lama waktunya arus yang bisa ditahan oleh badan manusia hingga batasan yang masih belum mengkhawatirkan susah untuk diputuskan. Di dalam masalah tersebut sudah banyak diperiksa oleh beberapa pakar dengan bermacam jenis eksperimen baik dengan badan manusia sendiri ataupun dengan memakai binatang tersendiri. Dalam batasan-batas tersendiri di mana besarnya arus belum beresiko kepada organ badan manusia sudah diselenggarakan bermacam eksperimen kepada orang relawan yang menciptakan batasan-batas besarnya arus serta dampaknya kepada manusia yang miliki badan sehat. Batasan-batas arus itu dipisah sebagaimana berikut :

a. Arus mulai terasa (Perception current)

Bila orang memegang penghantar yang diberi tegangan yang mempunyai harga dari nol dinaikkan sedikit demi sedikit, arus listrik yang melalui tubuh orang tersebut akan memberi pengaruh, mula-mula akan merangsang syaraf sehingga akan terasa suatu geratan  yang tidak berbahaya, bila dengan arus bolak-balik. Tetapi bila dengan arus searah akan terasa sedikit panas pada telapak tangan. Pada Electrical Testing Laboratory New York tahun 1933 telah dilakukan pengetesan terhadap 40 orang baik laki-laki maupun perempuan didapat arus rata-rata yang disebut “threshold of perception current” sebagai berikut :

– Untuk laki-laki             : 1,1 mA.

– Untuk perempuan       : 0,7 mA.

b. Arus mempengaruhi otot (Let go current)

Bila tegangan yang menyebabkan terjadinya level arus perception dinaikkan lagi maka orang akan merasakan sakit dan kalau terus dinaikkan lagi maka otot-otot akan kaku sehingga orang tersebut tidak akan berdaya lagi untuk melepaskan konduktor yang dipegangnya itu.

Di University of California Medical School telah dilakukan penyelidikan terhadap 134 orang laki-laki dan 28 orang perempuan diperoleh angka rata-rata untuk let go current sebagai berikut :

–  Untuk laki-laki          : 9 mA

–  Untuk perempuan    : 6 mA

c. Arus mengakibatkan pingsan atau mati (Fibrillating current)

Apabila arus yang melewati tubuh manusia lebih besar dari let go current dapat mengakibatkan orang menjadi pingsan bahkan sampai mati. Hal ini disebabkan arus listrik tersebut mempengaruhi jantung yang disebut “Ventricular Fibrillation” yang menyebabkan jantung berhenti bekerja dan peredaran darah tidak jalan dan orang segera akan mati. Untuk menyelidiki keadaan ini tidak mungkin dilakukan terhadap manusia. Untuk mendapatkan nilai pendekatan salah satu percobaan telah dilakukan pada University of California oleh Dalzile pada tahun 1986 dengan menggunakan binatang yang mempunyai berat badan dan jantung yang kira-kira sama dengan manusia.

Dari percobaan tersebut Dalzile menarik kesimpulan bahwa 99% dari semua orang masih dapat bertahan terhadap besar arus dan waktu yang ditentukan oleh persamaan sebagai berikut :

Ik2. t       = 0,027

                 0,165

Ik =    —————–

                  √ t

Dimana :

Ik   =  besarnya arus lewat tubuh manusia (dalam Ampere)

 t    =  waktu arus lewat tubuh manusia (dalam detik)

d. Arus reaksi (Reaction current)

Reaction current adalah arus yang terkecil yang dapat mengakibatkan orang menjadi terkejut, hal ini cukup berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan sampingan. Karena terkejut orang dapat jatuh dari tangga, melemparkan peralatan yang sedang dipegang yang dapat mengenai bagian-bagian instalasi bertegangan tinggi sehingga terjadi kecelakaan yang lebih fatal.

Penyelidikan terperinci telah dikemukakan oleh DR. Hans Frinz dimana batasan-batasan arus tersebut disusun menurut tabel di bawah ini :

Besarnya ArusPengaruh pada Tubuh Manusia
0 - 0,9 mABelum dirasakan pengaruhnya.
0,9 - 1,2 mABaru terasa adanya arus listrik.
1,2 - 1,6 mAMulai terasa seakan-akan ada yang merayap di dalam tangan.
1,6 - 6,0 mATangan sampai ke siku merasa kesemutan.
6,0 - 8,0 mATangan mulai kaku, rasa kesemutan makin bertambah.
13 - 15,0 mARasa sakit tidak tertahankan, penghantar masih dapat dilepaskan dengan gaya yang besar sekali.
15 - 20,0 mAOtot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar.
20 - 50,0 mADapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia.
50 - 100,0 mABatas arus yang dapat menyebabkan kematian.

e. Tahanan Tubuh Manusia

Tahanan tubuh manusia berkisar diantara 500 Ohm sampai 1000 Ohm tergantung dari tegangan, keadaan kulit pada tempat kontak dan jalannya arus dalam tubuh. Kulit yang terdiri dari lapisan tanduk mempunyai tahanan tinggi, tetapi terhadap tegangan tinggi kulit yang menyentuh konduktor langsung luka terbakar, jadi tahanan kulit ini tidak berarti apa-apa. Jadi hanya tahanan tubuh yang dapat membatasi arus.

Tinggalkan komentar