Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identificati0n)

Identifikasi bahaya. adalah suatu usaha untuk mengetahui, mengenal dan memperkirakan adanya bahaya pada suatu sistem (peralatan, tempat kerja, prosedur, aturan, dll.)

MANFAAT IDENTIFIKASI BAHAYA

a. Mengetahui bahaya yang ada

b. Mengetahui kapasitas bahaya itu, baik karena ataupun frekwensi berlangsungnya

c. Mengetahui posisi bahaya

d. Menunjukan jika bahaya khusus sudah diberi pelindungan

e. Menunjukan jika bahaya tetentu tak kan memunculkan karena kecelakaan, hingga tak usah diberi pelindungan

f. Analisis seterusnya

Kesibukan analisis mencakup :

• Mendiagnosa serta mendapati

• Mengenal proses atau posisi pekerjaannya

• Memperhatikan peluang penyebab serta menyebabkan

PENGERTIAN BAHAYA

Bahaya yaitu satu situasi yang memiliki potensi buat memunculkan cedera di manusia, kerusakan di perlengkapan / susunan, rugi material, turunkan kebolehan / peran khusus.

Baca Juga : Pentingnya Mengetahui Bahaya Listrik Di Tahun 2021

JENIS DAN ASAL BAHAYA

1. Type bahaya

Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identificati0n)

Type bahaya terdiri dalam :

a. Fisika

– Bahaya Mekanis (Kinetic Hazard, Static Hazard)

– Fisika Murni (Non Mekanis)

* Suhu

* Tekanan

* Listrik

* Kelembaban

* Debu

b. Kimia (bahan padat, cair, gas)

c. Biologi (binatang berbisa, binatang buas, beberapa tumbuhan berbisa/jamur, bakteri/virus)

d. Ergonomi (anatomi, fisiologi)

e. Fsikologi (stress, kesetimbangan jiwa terganggu)

2. Asal Bahaya

Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identificati0n)

Bahaya dapat datang dari :

a. Manusia

Dalam masalah ini bisa berwujud Unsafe Condition (Human Error)

b. Lingkungan

Dalam masalah ini bisa berwujud bahaya dari Lingkungan Alam serta Lingkungan Hasil

c. Peralatan

Dalam masalah ini bisa berupa :

– Bahaya Terintegrasi (Inherent) Seperti Kegunaannya

– Salah Pemanfaatan (Ketidakberhasilan Manusia)

– Tidak Penuhi Persyaratan Keselamatan (Ketidakberhasilan Perabotan)

d. Bahan

Bisa datang dari :

– Bahan Baku, Produksi / Sambilan

– Zat Padat, Cair, Ataupun Gas

TANDA-TANDA ADANYA BAHAYA

Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identificati0n)

Tanda – tanda ada satu bahaya bisa dikenali dari :

a. Riwayat peristiwa/kecelakaan human error, kerusakan alat, kekeliruan langkah, lingkungan, dan lain-lain.

b. Gejala ada bahaya

Berwujud : peristiwa berulang kali, operasi terputus, ongkos yang terlalu berlebih, penggunaan tenaga yang terlalu berlebih, banyak bahan yang terbuang, keluh-kesah pegawai, keluh-kesah orang, langkah tak karuan (interperence), catatan rumah sakit, keterhambatan atau penundaan-penundaan)

c. Langsung dikenali kemampuannya

Perlengkapan / prosedur yang jelas sudah kapasitas resikonya, kendati bahaya itu tidak menyebabkan kecelakaan.

Posisi andil bahaya di kecelakaan :

a. Bahaya Pemula (Initiating Hazards)

Bahaya sebagai asal-usul yang memungkinkannya munculnya bahaya penopang serta bahaya primer.

b. Bahaya Penopang (Contributory Hazards)

Bahaya yang mendukung memberi dukungan atau sebagai penghubung munculnya bahaya primer sesudah ada bahaya pemula.

c. Bahaya Primer (Primary Hazards)

Bahaya langsung jadi lantaran munculnya kecelakaan ataupun rugi (loss).

POTENSI BAHAYA

Dipastikan oleh 3 faktor :

a. Keparahan dari kecelakaan

  • Kategori I
  • Kategori II
  • Kategori III
  • Kategori IV

b. Keseringan bahaya memunculkan kecelakaan

• Kalis (remote), jarang (random)

• Jarang (seldom, occasional)

• Kronis (chronic)

c. Jenis bahaya

Kian banyak bahaya, kian banyak type kecelakaan yang bisa terjadi.

TAHAP – TAHAP KEGIATAN IDENTIFIKASI BAHAYA

Analisis bahaya bisa dikerjakan lewat beberapa tahapan sebagaimana berikut :

a. Menelusuri sumber bahaya

b. Mengenali bahaya prospektif

c. Menentukan kapasitas bahaya

d. Menentukan ongkos serta fokus

METODE IDENTIFIKASI BAHAYA

Model analisis bahaya terdiri dalam :

A. Model Tujuh Cara

Berwujud “Pancingan” Tujuh Pertanyaan :

• Sesuatu yang menyeramkan

• Bahaya yang memberi ancaman rekan sekedudukan

• Insiden yang dirasakan

• Ada sisi pekerjaan yang beresiko

• Minta tolong

• Penolakan atau pengunduran pekerjaan

• Perubahan langkah kerja

B. Metode Kartu Identifikasi

Digunakan oleh mereka yang mempunyai daya analisis terhadap bahaya yang ada, seperti :

  • Pengawas
  • Petugas K3
  • Petugas lain yang ditunjuk

IDENTIFIKASI BAHAYA DI UNIT TRANSMISI DAN GARDU INDUK

Identifikasi dapat dilakukan terhadap bahaya yang ada di :

1. Instalasi SUTT/SUTET :

ROW,tower,konduktor,Isolator.ground wire dan asesoris lainnya

2. Instalasi GI/GITET :

  • Bangunan Sipil / gedung kontrol
  • Peralatan listrik yang ada di switchyard (trafo tenaga, PMT, CT, PT, PMS, Arrester, dsb.)Instalasi sel / penyulang 20 kV
  • Panel control
  • Instalasi batere dan charger
  • Rele-rele pengaman
  • Sistem pemakaian sendiri
  • Dll.

PROGRAM PENGENDALIAN BAHAYA

Dapat dilakukan dengan cara – cara sebagai berikut :

  • Memperbaiki rancangan, mengenai :

Organisasi, sistem/prosedur kerja bangunan, lay out ruang, perlengkapan kerja

  • Memperbaiki sistem perlindungan :

Manusia, lingkungan fisik (bangunan, ruangan, dan perlengkapan kerja)

  • Meningkatkan kualitas SDM :

Pelatihan, motivasi, pengawasan

Prinsip pengendalian bahaya :

Dilakukan dengan segera dan kontinyu.

Harap diingat bahaya merupakan resiko murni dari setiap kegiatan manusia.

Tinggalkan komentar