7 Macam Standarisasi Masker APD Covid 19 Terbaru

Penerapan protokol kesehatan saat ini jadi kunci pokok dalam mendesak angka penebaran virus korona. Masifnya penebaran masalah positif korona yang terjadi di Indonesia merupakan lantaran minimnya kepedulian orang dalam menempatkan prosedur kesehatan.

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai berasa perlu buat keluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 mengenai Penambahan Disiplin serta Penegakan Hukum Prosedur Kesehatan dalam Pengawalan serta Pengaturan Covid-19.

Inpres itu mengendalikan sangsi untuk pelanggar prosedur kesehatan. Dalam Inpres ini, Jokowi mengharap gubernur, bupati, atau wali kota memutuskan serta membuat aturan yang berisi sangsi pada pelanggaran prosedur kesehatan. Sangsi ini berlaku untuk perseorangan, pelaksana usaha, pengurus, pengurus, atau penanggung jawab sarana umum.

Nah, salah satunya prosedur kesehatan yang kerap dilanggar oleh orang merupakan dalam soal pemakaian masker. Sebagian dari orang tak memakai masker, tak memakai masker secara benar, sampai tak memakai masker yang sama keputusan serta standard.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengutarakan, pemakaian masker sebagai sisi dari serangkaian mendalam cara pengendalian dan pencegahan yang bisa batasi penebaran banyak penyakit virus aliran pernafasan tersendiri, tergolong korona.

Masker bisa dipakai bagus buat buat perlindungan orang yang sehat (difungsikan buat perlindungan diri pribadi saat melakukan kontak sama orang yang tertular) atau buat menguasai sumber (difungsikan oleh orang yang tertular buat menghindar penebaran seterusnya).

Awal mulanya, Juru Berbicara Grup Pekerjaan (Satuan tugas) Pengatasan Covid-19, Wiku Adisasmito, juga mengutamakan utamanya memakai masker. Tetapi, dianya sendiri menganjurkan orang tidak untuk memakai masker model scuba serta buff.

“Masker scuba atau buff merupakan masker dengan 1 susunan saja serta sangat tipis, maka dari itu peluang buat tembus semakin besar,” papar Wiku, dalam info reporter di Kantor Presiden, Selasa (15/9/2020).

Standard Model Masker untuk APD Pengatasan COVID-19

Pemakaian masker yang diperuntukkan oleh orang ataupun tenaga kedokteran punyai model serta standard yang berbeda. Masker yang dipakai perlu disamakan dengan tingkat intensif kesibukan tersendiri. Berikut sebagai jenis serta kategorisasi masker yang penting dipahami bedanya:

1. Masker Kain

7 Macam Standarisasi Masker APD Covid 19 Terbaru

Masker kain bisa dipakai buat menghindar penebaran serta memperhitungkan kelangkaan masker yang terjadi. Efisiensi pemfilteran di masker kain bertambah sejalan pada jumlah susunan serta kerapatan tenun kain yang difungsikan. Masker kain perlu dicuci serta bisa difungsikan berulang-kali. Bahan yang dipakai buat masker kain berbentuk bahan kain katun, scarf, dan seterusnya.

Masker model ini awal mulanya datang jadi memperkirakan kelangkaan masker yang terjadi di apotek serta toko toko kesehatan pada mula epidemi waktu lalu. Masker bahan yang dibikin mesti punyai tiga susunan, adalah susunan non-anyaman tahan air (depan). Lantas, microfibre melt-blown kain non-anyaman (tengah), serta kain biasa non-tenunan (belakang). Masker bahan mesti dicuci selesai dipakai serta bisa difungsikan berulang-kali. Bahan yang umum dipakai buat masker kain merupakan bahan kain katun, scarf, dan seterusnya. Efisiensi masker bahan dalam menghentikan droplet dapat gapai 50 % – 70 %.

Baca juga :

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Cara Ampuh Penanganan Kesehatan di masa Pandemi Covid 19

Pemakaian masker kain dapat digunakan untuk:

a. Untuk orang sehat

Dipakai di saat ada pada tempat umum serta sarana yang lain dengan masih mengawasi jarak 1-2 mtr.. Tetapi, kalau orang punyai kesibukan yang termasuk beresiko (contohnya, pengatasan mayat COVID-19, dan seterusnya) jadi tidak dianjurkan memakai masker kain.

b. Untuk tenaga kedokteran

Masker kain tak disarankan jadi APD (Alat Perlindungan Diri) buat tingkat keparahan tinggi lantaran seputar 40-90% partikel bisa tembus masker kain untuk tenaga kedokteran. Masker kain dipakai jadi pilihan paling akhir kalau masker bedah atau masker N95 tak siap. Maka dari itu, masker kain bagusnya perlu dipadukan dengan perlindungan paras yang tutupi semuanya sisi depan serta segi paras.

2. Masker Bedah 3 Ply (Surgical Mask 3 Ply)

7 Macam Standarisasi Masker APD Covid 19 Terbaru

Masker bedah punyai tiga susunan (layers). masker bedah ini efisien buat memfilter droplet yang keluar dari pengguna di saat bersin atau batuk.

Masker ini disarankan buat orang yang memberikan beberapa gejala flu atau influenza, yaitu batuk, bersin-bersin, hidung berair, demam, serta ngilu kerongkongan.

Masker ini dapat juga dipakai oleh tenaga kedokteran di sarana pelayanan kesehatan.

Berdasar pada rujukan WHO, masker semacam ini mesti dipakai oleh orang yang berumur 60 tahun ke atas, atau mereka yang punyai situasi penyakit fundamental.

Masker klinik mesti dipakai oleh orang yang menjaga pasien yang tertular korona dalam rumah, atau orang yang ada pada area yang serupa. Efisiensi masker bedah dalam menghentikan droplet sejumlah 80 % – 95 %.

Masker Bedah punyai 3 susunan (layers) adalah susunan luar kain tanpa ada anyaman kedap air, susunan dalam yang disebut susunan filter density tinggi serta susunan dalam yang melekat langsung dengan kulit yang memiliki fungsi jadi penyerap cairan memiliki ukuran besar yang keluar dari pengguna di saat batuk ataupun bersin.

Lantaran punyai susunan filter ini, masker bedah efisien buat memfilter droplet yang keluar dari pengguna di saat bersin atau batuk, tetapi bukan barier protect pernafasan lantaran tak dapat buat perlindungan pengguna dari teresapnya partikel airborne yang lebih kecil. Dengan demikian, masker ini disarankan buat orang yang memperlihatkan beberapa gejala flu / influenza (batuk, bersin- bersin, hidung berair, demam, ngilu kerongkongan) serta buat tenaga kedokteran di sarana pelayanan kesehatan.

3. Masker N95 (atau ekuivalen)

7 Macam Standarisasi Masker APD Covid 19 Terbaru

Masker N95 dalam grup masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) sekali gunakan (disposable). Masker ini punyai kelebihan tidak sekedar buat perlindungan pengguna dari paparan cairan sama ukuran droplet, dan juga cairan sampai memiliki ukuran aerosol.

Grup masker ini disarankan terpenting buat tenaga medis yang penting kontak langsung langsung menanggulangi masalah dengan tingkat infeksi tinggi, seperti pasien positif korona. Efisiensi masker N95 menghentikan cairan serta droplet dapat gapai 95 % – 100 %.

Masker N95 merupakan masker yang umum dibahas serta sebagai grup masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) sekali gunakan (disposable). Grup model masker ini punyai kelebihan tidak sekedar buat perlindungan pengguna dari paparan cairan sama ukuran droplet, dan juga sampai cairan memiliki ukuran aerosol. Masker model ini juga punyai face seal bugar yang ketat maka dari itu menyuport pengguna terlepas dari paparan aerosol apabila seal bugar dijamin dipasang secara benar.

Masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) yang ekuivalen dengan N95 adalah FFP2 (EN 149- 2001, Eropa), KN95 (GB2626-2006, Cina), P2 (AS/NZA 1716:2012, Australia/New Zealand), KF94 (KMOEL-2017-64, Korea), DS (JMHLW-Notification 214,2018, Jepang). Grup masker ini disarankan terpenting buat tenaga medis yang penting kontak langsung dengan cara langsung menanggulangi masalah dengan tingkat infeksius yang tinggi. Bagusnya masker N95 untuk tidak dipakai kembali, tetapi dengan persediaan N95 yang sedikit, bisa difungsikan ulangi dengan catatan kian kerap difungsikan ulangi, kapabilitas penyaringan dapat turun. Bila mau memakai langkah penggunaan kembali, masker N95 perlu di lapis masker bedah di sisi luarnya.

Masker lalu bisa dilepaskan tanpa ada sentuh sisi dalam (segi yang melekat dalam kulit) serta tersimpan waktu 3-4 hari dalam kantung kertas saat sebelum bisa difungsikan kembali. Masker satu tingkat N95 yang sesuai standard WHO serta di lapis oleh masker bedah bisa dipakai waktu 8 jam serta bisa dibuka serta ditutup sejumlah 5 kali. Masker tidak bisa dipakai kembali kalau pemakai masker N95 udah bertindak yang menyebabkan aerosol.

4. Masker FFP

Masker FFP dipandang sebagai opsi buat masker pernafasan, seperti masker N95. Kalau N95 bisa memfilter 95 % polutan, virus, serta partikel kecil, masker FFP buat perlindungan seorang dari hirup partikel yang mutunya lebih beresiko.

Masker ini kebanyakan pula bertambah aman buat menegaskan jika partikel beracun atau beresiko tak masuk. Sama dengan dengan masker bedah, efisiensi masker FFP dalam memfilter droplet gapai 80 % – 95 %.

5. Reusable Facepiece Respirator

7 Macam Standarisasi Masker APD Covid 19 Terbaru

Jenis masker ini punyai keefektifan filter bertambah tinggi dibandingkan N95 meskipun terkait filter yang dipakai. Lantaran punyai kapabilitas filter bertambah tinggi dibandingkan N95, jenis masker ini dapat memfilter sampai wujud gas. Jenis masker ini disarankan serta umum dipakai buat pekerjaan yang punyai risiko tinggi terkena gas-gas beresiko. Jenis masker ini bisa dipakai berkali- kali waktu face seal tak hancur serta mesti dibuat bersih dengan disinfektan secara betul saat sebelum dipakai kembali.

6. Masker scuba

7 Macam Standarisasi Masker APD Covid 19 Terbaru
Sumber : Tokopedia

Masker scuba merupakan masker dengan 1 susunan saja serta sangat tipis, maka dari itu peluang buat tembus semakin besar. Masker ini kebanyakan simpel digeret ke leher maka dari itu pemanfaatannya jadi gak efisien jadi pengawalan.

Dengan berbahan yang lentur saat difungsikan, sehingga bisa terjadi perenggangan bahan serta kerapatan dan pori kain jadi membesar.

Ini dapat membuat permeabilitas udara jadi tinggi. Perihal itu membuat kemungkinan partikular virus buat tembus masker kian besar. Efisiensi masker scuba buat menghentikan droplet cuma sebesar 0 % – 5 %.

7. Masker buff

7 Macam Standarisasi Masker APD Covid 19 Terbaru
Sumber : Bukalapak

Masker buff dikira gak efisien menyetop droplet atau tetes pernafasan yang keluar dari mulut, di mana jadi salah satunya lajur masuk penebaran virus corona korona.

Maka dari itu, ketika orang bicara serta droplet keluar dari mulut, kemungkinan penebaran penyakit masih tinggi. Juga, disebut jika orang memakai buff semakin lebih jelek ketimbang orang yang gak menggunakan masker sama sekalipun. Menurut banyak pengamat, buff malahan membuat droplet kian berkembang biak dalam udara. Efisiensi masker buff buat menghentikan droplet cuma 0 % – 5 %.

Tinggalkan komentar