9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Ketentuan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.08 tahun 2010 adalah ketentuan berkenaan Alat Pelindung Diri yang diputuskan oleh Pemerintahan Indonesia. Dalam pasal 1 Alat Pelindung Diri (APD) diartikan sebagai satu alat yang memiliki kekuatan membuat perlindungan seorang yang perannya menutup beberapa atau semua badan dari kekuatan bahaya pada tempat kerja.

APD itu harus sesuai Standard Nasional Indonesia (SNI) atau standard yang berjalan (Pasal 2) dan tentu saja sesuai tipe kekuatan bahaya. Hingga pemakaiannya akan betul-betul maksimal. Umumnya dengan diawali lakukan analisis kekuatan bahaya di tempat kerja itu atau di sejumlah industri atau perusahaan, pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja memulainya dengan HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) Process atau IBPPR (Identifikasi Bahaya Penilaian dan Pengendalian Resiko). Dalam hirarki pengaturan resiko, APD adalah pendekatan yang ke-5 atau paling akhir sesudah Eleminasi, Substitusi, Pengaturan tehnis (engineering control), dan pengaturan administrasi.

Penyeleksian APD untuk karyawan sangat penting, penyeleksian yang keliru dicemaskan akan memunculkan bahaya tambahan untuk penggunaannya. Karena, sebagai seorang pakar K3, anda harus ketahui beberapa macam APD dan perannya. Alat Pelindung Diri harus diberi oleh pebisnis secara gratis (Pasal 2) ke pekerjanya sebagai wujud loyalitas pebisnis dalam implikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Lantas apa saja beberapa macam alat pelindung diri itu? Pasal 3 dalam Permenaker No.08 tahun 2010 mengenai Alat Pelindung Diri mengategorikannya jadi bagian-bagian, Berikut tipe APD dan perannya yang penting Anda kenali:

1. Alat pelindung diri kepala

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Adalah alat pelindung diri yang berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan, terantuk, kejatuhan atau terpukul benda tajam atau benda keras yang melayang atau meluncur di udara, terpapar oleh radiasi panas, api, percikan bahan-bahan kimia, jasad renik (mikro organisme) dan suhu yang ekstrim.

2. Alat pelindung mata dan muka

Adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari paparan bahan kimia berbahaya, paparan partikel-partikel yang melayang di udara dan di badan air, percikan benda-benda kecil, panas, atau uap panas, radiasi gelombang elektromagnetik yang mengion maupun yang tidak mengion, pancaran cahaya, benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam.

3. Alat pelindung telinga

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi alat pendengaran terhadap kebisisngan atau tekanan.

4. Alat pelindung pernapasan

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi organ pernapasan dengan cara menyalurkan udara bersih dan sehat dan/atau menyaring cemaran bahan kimia, micro-organisme, partikel yang berupa debu, kabut (aerosol), uap, asap, gas/ fume, dan sebagainya.

5. Alat pelindung tangan

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pajanan api, suhu panas, suhu dingin, radiasi elektromagnetik, radiasi mengion, arus listrik, bahan kimia, benturan, pukulan dan tergores, terinfeksi zat pathogen (viris, bakteri) dan jasad renik.

6. Alat pelindung kaki

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Berfungsi untuk melindungi kaki dari tertimpa atau berbenturan dengan benda-benda berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin, uap panas, terpajan suhu ekstrim, terkena bahan kimia berbahaya dan jasad renik, tergelincir.

7. Alat pelindung tubuh

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Berfungsi untuk melindungi badan sebagian atau seluruh bagian badan dari bahaya temperatur panas atau dingin yang ekstrim, pajanan api dan benda-benda panas, percikan bahan-bahan kimia, cairan dan logam panas, uap panas, benturan (impact) dengan mesin, peralatan dan bahan, tergores, radiasi, binatang, mikro-organisme pathogen dari manusia, binatang, tumbuhan dan lingkungan seperti virus, bakteri dan jamur.

8. Alat pelindung jatuh

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Berfungsi membatasi gerak pekerja agar tidak masuk ke tempat yang mempunyai potensi jatuh atau menjaga pekerja berada pada posisi kerja yang diinginkan dalam keadaan miring maupun tergantung dan menahan serta membatasi pekerja jatuh sehingga tidak membentur lantai dasar.

9. Alat pelindung tenggelam

9 Macam Alat Pelindung Diri untuk Meminimalisir Kecelakaan Kerja

Berfungsi melindungi pengguna yang bekerja di atas air atau dipermukaan air agar terhindar dari bahaya tenggelam dan atau mengatur keterapungan (buoyancy) pengguna agar dapat berada pada posisi tenggelam (negative buoyant) atau melayang (neutral buoyant) di dalam air.

Beberapa macam APD dan perannya itu harus dimengerti oleh seluruh pihak. Supaya pemakaianya dapat sesuai tipe bahay di pekerjaan. Bila saat anda masuk tempat perusahaan atau project umumnya anda menemui sebuah poster atau papan info yang berisi info/rambu-rambu berkenaan keharusan pemakaian Alat Pelindung Diri pada tempat kerja (pasal 5). Karyawan juga harus patuhi pemakaian APD itu (pasal 6). Karyawan juga sesungguhnya bisa mengatakan berkeberatan bila rupanya APD K3 yang dipakai tidak penuhi ketentutan dan malah mencelakakan. Misalkan saat lakukan pekerjaan pada ketinggian, karyawan cuman disiapkan tali biasa-biasa saja yang tidak penuhi standard.

Pada dasarnya pebisnis atau pengurus harus lakukan analisis keperluan, penyeleksian, training langkah pemakaian, pemakaian, perawatan, penyimpanan, langkah pembuangan, peninjauan dan penerapan penilaian dan laporan dari pemakaian APD itu (pasal 7).

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Mohon masukan dan saran jika memang ada yang ingin disampaikan. Terimakasih.

#keepsafetykeephealthy

Tinggalkan komentar